Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia

Dibaca 15 orang
Font Size :
Table of Content
Botsuraku Youtei Nanode Cover 6

Chapter 14

Snow Bear Translation

“Pada akhirnya, aku tidak bisa berteman dengan penghuni 1-3,” kata Vaine yang datang dari pagi, dengan perasaan muram tentang wajahnya.

“Yah, kamu tidak bisa melakukan sesuatu seperti berteman dengan semua orang, jadi aku tidak berpikir kamu harus khawatir tentang itu.” (Kururi)

“Begitukah, meskipun sama-sama manusia.” (Vaine)

Dia pasti memikirkan berbagai hal di benaknya dengan jumlah yang dia tidak katakan.

Hanya 2 minggu dejak pertemuan, tetapi aku semakin memahami orang seperti apa dia.

“Orang bisa saling mencintai dan membenci. Hanya saja apa bedanya?” (Vaine)

“Yeah, itu bukan sesuatu yang biasanya kamu pikirkan.” (Kururi)

“…”(Vaine)

Aku mencoba menyampaikan secara tidak langsung, ‘Itu tidak memiliki kesimpulan, jadi akan lebih baik untuk berhenti,’ tapi Vaine tampaknya sudah mulai berpikir dengan mata terpejam.

Dia memiliki kepribadian yang terlalu serius yang membuatnya menghadapi hal-hal yang absurd dengan sungguh-sungguh.

Menghadapinya secara langsung masih menyulitkanku, jadi aku fokus pada menempa.

Melakukan sesuatu sambil mengobrol secara tidak terduga membuat komunikasi berjalan dengan lancar.

Ruangan itu dipenuhi dengan suara-suara pekerjaan yang menyenangkan.

“Apakah kamu tidak perlu mempersiapkan untuk tes kompetensi besok?” Vaine memecah kesunyian.

Tes kompetensi adalah ujian yang dilakukan 1 minggu sebelum sekolah untuk susunan kelas.

Informasi tertulis dibuku panduan penerimaan jadi tentu saja aku siap.

“Aku seharusnya tidak memiliki masalah dengan tes tulis. Aku sudah belajar selama beberapa jam setiap hari. Aku juga tidak terlalu khawatir dengan tes kekuatan fisik. Meskipun aku terlihat seperti ini, aku sudah berlatih sejak aku masih anak-anak.” (Kururi)

“Begitukah. Aku juga memiliki kepercayaan diri dalam tes kekuatan fisik, tapi tes tulis… . Yah aku akan menggunakan semua kekuatanku untuk menjadi lebih tinggi.” (Vaine)

Benar-benar segala sesuatu tentang dia terlalu dekat dengan rupanya sehingga aku tidak terkejut sama sekali.

[TN : yang dikatakan Vaine persis kayak perawakannya/citra/penampilannya gitu lah]

“Empat puluh teratas kelas A, kan?” (Kururi)

“Selama tidak ada yang spesial.” (Vaine)

Untuk memulai dengan Iris, hampir semua kekuatan karakter utama di kelas A. Untuk mencegah amukan Eliza, memasuki kelas A adalah tesis tertinggiku.

‘Jika kau berpikir seperti itu, ini bukan saatnya memukul besi, kan?’ kau mungkin berpikir seperti itu. Yah, bahkan jika aku bergegas sebelum hal yang nyata, hasilnya tidak akan berubah secara drastis.

Melakukan apa yang kau suka dan kemudian menerima kenyataan adalah yang terbaik.

Sebaliknya, Vaine, jika kamu khawatir, maka belajarlah.

Mengapa kau malah merenungkan tema abadi umat manusia dikamarku alih-alih belajar?

“Aku minta bimbingannya!!!” (????)

“Itu dari arah pintu.” (Vaine)

Selama percakapan dengan Vaine, sebuah suara keras bergema dari luar.

Dari nada suara, orang akan berpikiran itu adalah wanita.

Itu dengan banyak tenaga jika melancarkan sebuah duel. Apakah kekasih mereka diambil mungkin?

“Bukankah itu dari luar kamar ini?” (Vaine)

Aku tidak memiliki ingatan mencuri kekasih seseorang atau melakukan duel.

《BACA, KOMENT, KL1K 1KL4N DI SBT》

“Aku pikir ini kamar yang berbeda.” (Kururi)

“Aku minta bimbingannya!!!” (????)

Lebih banyak tenaga ditambahkan.

[ TN : Maksudnya tenaga buat bersuara keras itu]

“Seperti yang kupikir, itu dari depan kamar ini. Aku akan memeriksanya.” (Vaine)

Vaine berdiri dari kursinya dan menuju pintu masuk.

“A–” Yah, kurasa tidak apa-apa.

Sepertinya pengunjung yang cukup merepotkan.

Jika mereka benar-benar berteriak didepan pintu, maka itu juga baik-baik saja.

Jika tidak ada apa-apa, mreka seharusnya terkejut dengan penampilan Vaine dan pergi.

“Apa?” (Vaine)

Aku mendengar suara dari pintu masuk yang tidak mengandung sedikiptun kebaikan Vaine.

Ngomong-ngomong, dia tidak punya niat buruk.

“Apakah ini Kururi Helan rooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.” (????)

Jeritan absurd.

Aku punya keyakinan bahwa bahkan jika langit dan bumi runtuh aku tidak akan membuat teriakan seperti itu.

Pengunjung wanita berdeham 2 atau 3 kali dan dengan tenang kembali berbicara.

[ TN : Berdehem itu mebersihkan tenggorokannya ehem ehem gitu]

“Aku tidak bisa melihat wajahmu, tapi aku berkenalan dengan Kururi Helan. Aku datang pada kesempatan ini untuk mengajukan permintaan.” (????)

Begitu ya, wajah Vaine ditutupi oleh pintu.

Aku tidak percaya dia memiliki kesopanan untuk menekuk pinggangnya.

[ TN : membungkuk]

Aku bisa memahami situasi mereka sekarang seoalah-olah itu ada ditanganku.

“Aku bukan Kururi.” (Vaine)

“Eh, bukan kamu? Aku mendengar kamar Kururi-dono adalah 1-1.” (????)

“Disini. Tapi aku bukan Kururi.” (Vaine)

“Eh?! Mungkin teman? Jika demikian, tolong panggilkan Kururi-dono.” (????)

“Aku tidak bisa melakukan itu. Pergi.” (Vaine)

Kenapa!?

Aku paling terkejut dengan jawawan itu. Kenapa kau secara sewenang-wenang menyuruhnya pergi?

“Kau! Mungkin kau datang ke kamar Kururi-dono untuk melakukan sesuatu yang buruk?” (????)

“Jika aku melakukannya, apa yang akan kau lakukan?” (Vaine)

“Aku akan membuatmu pergi!” (????)

Keduanya sedang dalam suasanya hati yang berbahaya, jadi aku bergegas ke pintu masuk dengan panik.

“Kenapa kalian menunjukkan permusuhan telanjang satu sama lain? Belum 1 menit sejak kalian bertemu.” (Kururi)

“Itu karena dia orang yang kasar.” (????)

Ah, dia berpegang pada fakta kalau dia dimarahi.

“Aku akan berurusan dengan ini. Jadi tunggu dikamar, Vaine.” (Kururi)

“Ah.” Dia pergi dengan penerimaan yang enggan.

“Halo, Aku Kururi Helan. Ini adalah pertama kalinya kita bertemu, kan?” (Kururi)

Aku menyapa wanita didepanku.

Seperti halnya Vaine, wanita itu menata pakainnya dengan indah dan rambutnya yanng pirang diikat dalam satu ikat di belakangnya.

Berdiri disana dengan postur yang indah seolah-olah sebuah tiang berlari, memeriksa sisi ini dengan matanya yang besar. Bisa dikatakan dengan satu kalimat, seorang wanita yang cantik. Untuk memberikan penilaian, A+. Kebetulan tidak ada standar.

“Ya! saya Curosshi Amirale. Suatu kehormatan bertemu dengan anda. Saya lega anda memiliki wajah yang saya bayangkan.” (Curosshi)

“Eh, ah. Terima kasih. Lalu urusan apa yang kamu punya?” (Kururi)

“Saya, Curosshi Amirale, datang untuk menjadi magang Kururi Helan-dono.” (Curosshi)

“Eh?” (Kururi)

Suara yang konyol keluar.

“Saya mendengar bahwa anda memiliki keterampilan yang cukup baik dalam pedang dan sihir. Saya juga ingin menjadi kuat. Tolong, tolong ajari kekuatan itu pada saya.” (Curosshi)

“Eh? Ah,… untuk saat ini, maukah kamu masuk?” (Kururi)

“Ya!” (Curosshi)

Ini tidak baik.

Akhir-akhir ini aku menunda berpikir kapanpun sesuatu yang menjengkelkan terjadi dan aku merasa akhirnya mengundangnya ke kamarku.

Sesuatu seperti magang pasti menyusahkan. Mari singkirkan mereka dengan mengatakan, ‘Bacalah buku.’

“Suatu kehormatan bisa masuk ke kamar Kururi-dono.”

“Jika urusanmu selesai, cepatlah dan pergi.” Orang yang mengeluarkan kata-kata yang bermusuhan itu adalah Vaine.

“Apa katamu!?” (Curosshi)

Dia melawan Vaine dengan tatapannya.

Hentikan. Kau tidak bisa menang!

Dia raksasa! Kau akan dimakan!

Aku mencoba bertanya pada Curosshi-san siapa yang harus duduk dikursi.

“Curosshi-san ditahun yang sama, kan?” (Kururi)

“Ya. aku.” (Curosshi)

“Mengapa kamu mempertimbangkan menjadi seperti magang?” (Kururi)

“Aku….harus menjadi kuat. Karena ini, aku telah mencari orang-orag kuat dan mendengar desas-desus tentang Kururi-dono.” (Curosshi)

Apa saja rumor itu? Aku agak takut unuk tahu, jadi aku tidak akan bertanya.

Meski begitu, dia ingin menjadi kuat, ya. sepertinya ada beberapa keadaan jadi aku tidak akan bertanya terlalu dalam.

“Apa yang akan dilakukan seorang wanita setelah menjadi begitu kuat?” (Vaine)

Potong Vaine.

“Apa yang salah dengan seorang wanita menjadi kuat!?” (Curosshi)

Aku tidak bisa membiarkan ini berlanjut, jadi aku memotong tanpa basa-basi.

“Lagipula, aku bukan wanita! Aku laki-laki!” (Curosshi)

“Eh?” (Kururi) 

Sebuah suara konyol keluar sekali lagi.

Vaine juga tidak bisa menyembunyikan wajah herannya.

Suaranya, penampilannya, dan juga bau harum yang melayang dari rambutnya semuanya milik wanita.

Meski begitu, laki-laki?

Aku mencoba mengamati dengan baik sekali lagi.

Ya, wanita.

《BACA, KOMENT, KL1K 1KL4N DI SBT》

Wanita yang cukup baik.

Tapi, laki-laki.

Meskipun itu wanita, laki-laki.

…Apa? apa itu laki-laki?

Aku tampak nya agak jatuh ke dalam kebingungan.

“Ba-bagimanapun, aku harus menjadi kuat! Tolong berikan kekuatan padaku sebagai masterku.”

“Bahkan jika kamu mengatakan kekuatan. Mungkin bagiku untuk menyampaikan apa yang aku pelajari, jika itu tidak apa-apa.” (Kururi)

“Tentu saja! Saya datang karena saya ingin mempelajarinya.” (Curosshi)

“Ka-kalau begitu, Aku baik-baik saja dengan magang.” (Kururi)

“Terima kasih banyak! Saya bersumpah bahwa bahan setelah mengatasi batas saya, saya akan terus berlatih dan mendapatkan pemahaman tentang teknik-teknik master.” (Curosshi)

Tidak, itu berat jadi hentikan! 

Itu akan memberiku tekanan!

Dia pasti sudah terpika oleh kata kekuatan.

Setelah percakapan dengan Curosshi selesai, Vaine membuka mulutnya.

“Jika kau ingin menjadi kuat, pertama-tama latihlah tubuhmu. Tubuhmu terlalu kurus. Karena itu masalahnya, bahkan jika kau dapat menggunakan sihir, ilmu pedang akan sulit.” (Vaine)

“Diam! Aku tidak akan menerima instruksimu! Aku adalah murid master Kururi!” (Curosshi)

Tatapan keduanya lagi-lagi terjerat dengan kuat. 

[ TN : Saling melotot]

Ronde ketiga! Fight!!!

“Sekarang sekarang, kalian berdua tenanglah.” (Kururi)

“Ya, jika itu yang anda inginkan master. Ngomong-ngomong, aku ingin segera memulai latihannya,” (Curosshi) 

Aku diberitahu ini dan menjadi bingung. 

Apa yang haru aku lakukan padanya?

“…L-latihlah tubuhmu. Mulai dari situ.” (Kururi)

Tatapan Vaine menyakitkan.

Tapi ini dasar-dasarnya kan!?

Vaine-san, bahkan jika kau tidak mengatakannya, aku akan melakukannya!!!

Itu benar! Aku mengatakan itu benar!!

“Ya, mengerti. Secara rinci, apa yang harus saya lakukan?” (Curosshi)

“Apapun yang kau lakukan, kelenturan tubuh dan kekuatan fisik itu dasar yang penting. Pertama, regangkan sendi dan ototmu.” (Vaine)

Iitu kalimat Vaine.

Curosshi menatap tajam ke arah Vaine.

“Apapun yang kamu lakukan, kelenturan tubuh dan kekuatan fisik itu dasar yang penting. Pertama, regangkan sendi dan ototmu.” (Kururi)

Meskipun ini kalimatku, itu bukan kata-kataku.

“Dimengerti!” (Curosshi)

Aku mohon pada kalian, tolong rukunlah!

Maka kalian tidak membutuhkan ku ditengah!!

“Regangkan pahamu lebih lebar!” (Vaine)

Vaine memasuki pelatihan yang ketat.

“…”

Curosshi mengabaikannya.

“Bagaimana kalau kamu lebih meregangkan paha?” (Kururi)

“Dimengerti!” (Curosshi)

Sialan!!

Jika menjadi seperti ini, aku seharusnya yang pergi ke pintu masuk, maka tidak akan menjadi sesuatu yang sangat menyusahkan.

“Luangkan waktumu untuk melatih pondasimu. Setelah melanjutkan selama seminggu, kau memasuki tahap berlari untuk meningkatkan kekuatan fisik. Sampai saat itu kau hanya akan memperkuat fleksibilitas.” (Vaine)

“…” (Curosshi)

“Pikirkan kata-katanya seola-olah itu milikku!” (Kururi)

Aku menambahkan tanpa basa-basi.

“Dimengerti!” (Curosshi)

Ah, tiba-tiba aku membuatnya menerimanya begitu mudah.

“Buka kakimu lebih lebar.” (Vaine)

Vaine melakukan pemeriksaan ketat. Dia tampaknya bersemangat ketika menjadi pelatih seseorang.

“Ku, jangan menyentuh paha wanita!” (Curosshi)

Tampaknya tangan Vaine yang dia gunakan untuk mendukungnya membuka kakinya lebih mengganggunya.

“Tapi kamu laki-laki.” (Vaine)

“Betul! Tapi jangan sentuh mereka!” (Curosshi)

“Berisik. Dengar buka kakimu lagi!” (Vaine)

“Aku bilang jangan menyentuhku disana!” (Curosshi)

Bagus sepertinya mereka berdua mulai rukun.

Vaine tampaknya pandai melatih orang lain. Nada suaranya keras, tapi bimbingannya sendiri teliti dan penuh perhatian.

Keduanya berisik tapi sepertinya mereka bisa bergaul.

Aku kembali menempa.[pandai besi- menempa besi]

“Coba lihat flesibilitas ini. Kaki dengan mudah mencapai kepala. Sampa kau mencapa level ini, kau tidak dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.” (Vaine)

“Aku tidak peduli dengan kesombonganmu. Aaaaaaaaaaaa, kamu terlalu memaksa! Itu menyakitkan!” (Curosshi)

“Rasanya sakit karena kau begitu malas untuk hidupmu sampai sekarang.” (Vaine)

“Diam, kau, jangan mengejekku!” (Curosshi)

“Terserahlah, diam saja. Kekuatan ada hanya setelah melewati ketahanan.” (Vaine)

“Bahkan tanpa kau katakan, aku mengerti!” (Curosshi)

Bagus, mereka rukun seperti yang kukira.

Moouuu, tidak bisakah kalian pergi dan melakukan ini dikamarmu sendiri?

-Alesha

Snow Bear Translation

tags: baca novel Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia, web novel Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia, light novel Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia, novel Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia, baca Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia , Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia manga, Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia online, Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia bab, Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia chapter, Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia high quality, Botsuraku Youtei Nanode Chapter 14 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded