Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia

Dibaca 52 orang
Font Size :
Table of Content

Chapter 11

Snow Bear Translation

Tempat dimana Iris dan aku berdiri saat ini adalah pintu masuk utama akademi di sebelah selatan.

Aku menunjukkan identitas siswaku dan kemudian diizinkan masuk ke akademi.

Setelah masuk, aku melihat sekeliling sekali lagi dan melihat bahwa itu sangat besar seperti yang aku harapkan.

Sebuah danau raksasa, air mancur, hamparan bunga, dan semacamnya berlanjut dari pintu masuk menuju gedung sekolah.

“Asrama tahun pertama dapat ditemukan dengan menuju ke barat”(Penjaga gerbang)

Kami menerima penjelasan singkat di pintu gerbang dan mengeluarkan barang bawaan kami dari kereta.

Dari sini, kami akan berkeliling akademi dengan berjalan kaki.

Barat, yang mana jalan sebelah kiri mencapai gedung sekolah.

Tempat ini agak teralu besar.

Sementara aku bisa melihat bangunan sebelumnya, aku merasa aku sudah berjalan sekitar 10 menit.

Setelah sampai, aku melihat kalau bangunan ini juga besar bukan main.

Berapa banyak siswa yang bias ditampung?

Kami mendekati kantor manager asrama didepan asrama.

“Apakah kamu masuk asrama hari ini?”(Manager asrama)

“Ya” (Kururi)

‘’Asrama laki-laki adalah bangunan yang ada didepanmu dan asrama perempuan akan menjadi bangunan dibelakang. Bangunan sebelah kirimu adalah ruang makan. Kamar yang pertama datang, dilayani pertama. Kamu yang pertama tiba di asrama, jadi kamu dapat memilih kamar yang kamu inginkan.” (Manager asrama)

“Kalau begitu, Aku akan mengambil kamar dilantai 2. Sampai ketemu lagi.”(Iris)

Iris mengambil keputusannya dengan cepat dan pergi membawa barang-barang bawaanya.

“Sampai nanti”(Kururi)

Aku pikir aku juga akan ambil lantai 2.

“Ngomong-ngomong lantai 1 tidak populer, jadi banyak kamar yang kosong daripada lantai lainnya.” (Manager asrama)

“Jika itu masalahnya, maka aku akan ambil lantai 1.” (Kururi)

“Dimengerti, maka aku akan memberimu kunci untuk 1-1.” (Manager asrama)

“Terima kasih.” (Kururi)

Aku juga pergi ke depan dan membawa barang bawaanku.

Pekerjaan memindahkan benar-benar melelahkan. Aku kira aku akan berusaha membongkar dari hari pertama jadi aku tidak akan mendorongnya sebanyak mungkin.

Ada 4 ruangan terpisah.

Salah satunya adalah kamar tidur, yang lainnya ruang tamu, kemudian sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk pandai besi, dan yang terakhir adalah ruang penyimpanan.

Aku memikirkan sebuah rencana dan kemudian segera mulai bekerja.

Aku merasa kamarnya terlalu luas, tetapi mereka mungkin akan menerima keluhan jika mereka terlalu kecil.

Aku mungkin tidak memerlukan 4 ruangan.

Pekerjaan berlangsung dengan kecepatan yang baik dan aku hampir selesai pada siang hari.

Apa yang menurutku hebat diatas segalanya adalah satu set furniture lengkap disiapkan dan ada ruang penyimpanan yang besar.

Setelah mencari titik perhentian, aku berjalan menuju ruang makan disebelah asrama.

Sepertinya Iris belum datang.

Makanan tampaknya bergaya prasmanan. [TL= Buffet-prasmanan–cara penyajian makanan dalam pesta atau restoran]

Standard untuk hal semacam ini adalah mengambil terlalu banyak, jadi aku mengambil sebagian kecil untuk sementara waktu.

Mungkin karena kelelahan, tetapi aku puas hanya dengan jumlah itu saja.

Aku kembali kekamarku dan mulai membangun area untuk pandai besi berikutnya.

Aku memuat bahan-bahan dikereta dan tahu proses pembangunan, jadi ini selesai pada sore hari.

Selama waktu makan makan malam, aku mulai melihat siswa lain, Bagaimanapun, sejak aku tidak sedang dipangil keluar oleh siapapun, aku makan sendirian. Aku kemudian menuju ke bawah ke area mandi bersama dibawah tanah.

“Seperti yang kuharapkan, akan sangat melelahkan sampai aku terbiasa dengan lingkungan.” (Kururi)

Aku mengeluarkan sedikit keluhan dan kemudian tertidur.

Setelah bangun tidur, aku memutuskan untuk melihat-lihat sekolah lebih awal sambil melakukan beberapa hal sebelum sarapan.

Semuanya benar-benar dalam skala besar.

Bangunan sekolah, kebun raya yang misterius itu, dan asrama tahun kedua dan ketiga semuanya besar.

Sesuatu seperti ini membuat banyak ketegangan mental.

Itu seharusnya memberi orang yang tinggal di kota perasaan yang berbeda.

Setelah sarapan, aku berpikir untuk pergi menemui Iris, tapi aku percaya ide seorang laki-laki memasuki asrama perempuan dengan perasaan ringan seperti itu akan menjadi buruk.

Aku kira aku akan memperbaiki pedang iris terlebih dahulu.

Karena itu adalah produk yang cacat, akan lebih cepat untuk memulai dari awal.

Jika aku hanya membuat penampilang yang sama, itu seharusnya tidak diketahui.

Sekarang setelah aku memutuskannya, aku mepersiapkan peralatanku dan pedang di area pandai besi ku dan memanaskan besi.

Pada saat itulah suara ketukan datang dari pintu.

Suara yang agak lebih keras untuk sebuah ketukan ringan.

Aku mengehentikan pekerjaanku dan membuka pintu untuk pengunjung.

…itu raksasa.

Seorang pria dengan ketinggian seperti itu sehingga wajahnya terhalang oleh pintu berdiri disana.

“Aku orang yang pindah di kamar sebelah” (Vaine)

Aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi suaranya kecil dan berat.

Ini bukan teman sekelas, jelas bukan.

“Ah, Aku 1-1 Kururi Helan. Apakah kamu teman sekelasku?” (Kururi)

“Aku Vaine Lotte dari 1-2 dan putra dari kepala ksatria kerajaan.” (Vaine)

Kali ini suaranya kecil dan sulit untuk ditangkap.

Bagaimanapun, dengan tubuh yang besar dan perasaan menindas, kau berada dibawah perasaan terancam.

“Ah. Aku dari wilayah Helan. Tolong berteman dengaku mulai sekarang.” (Kururi)

“Aku juga. Aku sudah dengar cerita tentang pemandian air panas Helan. Suatu hari, Aku… .” (Vaine)

Huh!? Apa maksud dari yang terakhir!?

Dibandingkan dengan tubuhnya, suaranya sangat kecil.

Dengan ini, kita tidak bisa bicara!

“Kita akan menghadiri akademi yang sama dari sekarang, jadi mari berteman, Vaine-san.” (Kururi)

… .

Tidak ada jawaban.

Jika membandingkan percakapan dengan catch-ball, ini adalah gilirannya untuk melempar.

[TL = catch-ball- permainan lempar dan tangkap bola]

Aku masih belum melihat wajahnya juga, tidak ada yang lebih menganggu dari ini.

“Ji-jika tidak ada yang lain, mari kita tinggalkan hari ini. semoga kita bertemu disekolah lain hari” (Kururi)

“Ya” (Vaine)

Pria itu mundur satu langkah, meletakkan tangannya dipintu, dan menutupnya dengan cara yang megah.

Aku disambut dengan suara menderu dan hembusan angin.

[TL = ini nutupnya kayak gk pelan jadi suara nutup pintunya itu keras sampai ada anginnya karena nutup pintu aja LOL]

“Maaf! Aku kebetulan ceroboh” (Vaine)

“Jangan khawatir tentang itu” (Kururi) Jawabku melalui pintu.

Ya, sepertinya seseorang dapat berbicara dengan lebih banyak pikirian melalui pintu.

Baik, aku kira aku akan kembali bekerja.

Aku terganggu, tapi konsentrasi, konsentrasi!

Setelah aku berpikir ini, terdengar sebuah ketukan keras.

“Maaf, Aku datang lagi.” (Vaine)

…Raksasa datang lagi.

“A-apa itu?” (Kururi)

“Aku terlalu senang dalam percakapan sebelumnya dan lupa memberikan ini.” (Vaine)

Ada sesuatu yang terbungkus dengan rapi di tangan pria itu.

Sebaliknya, apakah kami memiliki percakapan yang mungkin menyenangkan sebelumnya?

“Ibuku menyuruhku memberikan ini. Dia berkata jika aku memberikan ini, ini akan membuat seseorang senang.” (Vaine)

Hadiah? Raksasa yang baik hati?

“Terima kasih. Aku ingin membalas budi, tapi satu-satunya yang bisa kuberikan kepadamu saat ini adalah…                                       hanya sebuah belati. Apapkah itu baik-baik saja?” (Kururi)

“Aku akan menerimanya” (Vaine)

Aku memberikan belati ke Vaine-san dan membiarkan dia pergi.

Kekuatan dia menutup pintu sama seperti biasanya.

“Maaf! Sudah melakukannya 2 kali.” (Vaine)

“Tidak, itu tidak menggangguku.” (Kururi)

Yah, mari kembali bekerja.

Gon!! Gon!!  [TL = Suara ketukan yang keras lagi dari Vaine]

Lagi!?

Cukup kuat bagiku untuk bertanya apakah pintunya mulai rusak.

“Apakah ada masalah?” (Kururi)

Aku melakkukan yang terbaik untuk bertanya dengan cara yang tidak akan menunjukkan emosiku.

“Sejak aku kecil, aku hanya mencari kekuatan dan melatih skill pedangku. Aku juga belajar hal-hal lain dari ayahku dan diberitahu untuk mendapatkan hal sebagai orang, jadi aku datang ke akademi ini. Namun, ketika aku datang, aku tidak tahu harus berbuat apa.” (Vaine)

Apa ini, makhluk ini sama seperti binatang yang sedih. (TL : LOL)

“Untuk sekarang, maukah kamu masuk kedalam?” (Kururi)

“Apakah tidak apa-apa?” (Vaine)

“Masuklah.” (Kururi)

Ketika dia melewati pintu, aku akhirnya bisa melihat wajahnya.

Berbeda dengan gambaran binatang yang sedih, dia mengenakan topeng yang menyenangkan.

Seperti yang diharapkan seseorang dari ibukota, kurasa ; jika kau perhatikan baik-baik, pakaiannya modis. [TL = Pakaiannya mengikuti trend dan gk jadul gitu loh]

Mata dan hidungnya berbeda dan dia memberikan kesan menyegarkan.

Rambutnya yang sedikit keriting membuatnya terlihat lebih anggun.

Jike dia diam saja, dia memiliki tinggi dan fisik. Juga wajah yang keren.

Dia terlihat seperti memiliki pupularitas yang tinggi dalam kelompok wanita tertentu.

Kenapa aku membiarkannya masuk?

Dibawah 5 menit setelah aku membiarkan Vaine-san masuk, aku diserang oleh penyesalan yang sengit.

Meskipun tidak apa-apa aku membiarkannya masuk, Vaine-san tidak mengatakan apa-apa.

Dia tidak akan berbicara tentang dirinya sendiri dan tidak akan menanyakan tentang orang lain.

Ini adalah pola terburuk dalam tahap mencari tahu hubunganmu satu sama lain.

Meskipun aku mengatakan itu, aku tidak tahu harus mengatakan apa.

Seperti yang kupikirkan, orang ini adalah binatang iblis yang berkulit manusia.

“Duduklah dimanapun kamu suka. Aku akan pergi untuk membuat pedang sebentar, jadi jika kamu butuh sesuatu, tolong panggil aku.”(Kururi)

Karena aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku melakukan kembali membuat pedangku.

Dia harusnya memanggilku cepat atau lambat.

Namun, dia tidak melakukannya.

Selain itu, Vaine-san duduk tepat dibelakangku begitu saja.

Biasanya dalam situasi ini, kau duduk ditempat yang mudah untuk berbicara seperti samping, kan?

Kenapa dibelakang?

Itu mengganggu.

Dalam pertempuran memasuki titik buta itu benar, tapi untuk komunikasi, ini adalah salah satu hal terburuk untuk dilakukan!!

Apa yang diajarkan kepala ksatria padanya!!?

Aku merasa ini adalah pertama kalinya aku banyak berkeringat saat membuat pedang.

“Mengapa kamu membuat pedang?” (Vaine)

Dia akhirnya membuat percakapan!!

Tapi apa? Pertanyaan apa itu!?

Sebuah suara yang bisa diambil sebagai menyangkal tindakanku dari titik butaku.

Apa? Apakah aku sedang diuji?!

Jika aku memberikan jawaban yang salah disini, apakah aku akan dibunuh?

Apakah aku akan dibunuh oleh kepala ksatria berikutnya dan dibuang seperti sepotong sampah?

“Um, bisakah kamu duduk disampingku dan berbicara? Lebih mudah bagi kita berdua untuk berbicara seperti itu.” (Kururi)

Aku berbalik dengan gelisah dan mencoba bertanya.

“Ah! Aku minta maaf. Aku tidak begitu bagus dengan hal semacam itu. Jika ada hal tidak sopan yang telah aku lakukan, silahkan beritahu aku.” (Vaine)

“Mengerti.” (Kururi)

Huh? Apakah dia seorang raksasa yang baik hati?

“Aku sedang memperbaiki pedang temanku, kau tahu. Aku pikir lebih baik mengembalikannya dalam keadaan yang lebih baik daripada sebelumnya.” (Kururi)

“Begitukah? Sepertinya Kururi-san adalah orang yang baik.” (Vaine)

“Kamu tidak harus menggunakan kehormatan. Bagaimanapun juga, kita adalah teman sekelas.”(Kururi)

[TL = Kehormatan disini adalah Vaine memanggil Kururi dengan panggilan -san]

“Kalau begitu, aku akan memanggilmu Kururi” (Vaine)

“Aku juga akan memanggilmu Vaine.” (Kururi)

“Ya, aku tidak keberatan.” (Vaine)

… .

“Hobimu?” (Vaine)

“Aku tidak punya.” (Kururi)

… .

“Apakah kau punya makanan favorit?” (Vaine)

“Aku tidak pernah menilai makanan seperti suka atau tidak.” (Kururi)

… .

Tolong cepatlah dan pergi!!

Aku tau dia orang baik, tapi percakapan ini tidak berlanjut!

Untuk membuka diri terhadap orang lain, diperlukan waktu.

Hari ini atau besok tidak mungkin!

Aku selesai membuat pedang dan kami bercakap-cakap, tetapi dia tetap tidak akan pergi.

Orang ini mungkin tidak akan pergi sampai mereka diberitahu.

Namun, aku tidak bisa menyuruhnya pergi.

“Aku lapar.”(Vaine)

Itu dia!!

“Haruskah kita pergi makan? Mari kita pergi ke ruang makan dan lanjutkan ini sehari setelahnya.” (Kururi)

“Baiklah. Apakah baik-baik saja jika aku datang besok juga?”(Vaine)

“… . Tentu saja!” (Kururi)

Baiklah kalau begitu, bagaimana aku akan mengalahkan akal sehat ke dalam binatang buas ini?

-Alesha

Snow Bear Translation

tags: baca novel Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia, web novel Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia, light novel Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia, novel Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia, baca Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia , Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia manga, Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia online, Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia bab, Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia chapter, Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia high quality, Botsuraku Youtei Nanode, Kajishokunin wo Mezasu Chapter 11 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded