Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia

Dibaca 552 orang
Font Size :
Table of Content
Solo Leveling Bahasa Indonesia

Chapter 101

Snow Bear Translation

Jinwoo dengan cepat mendekati tempat dimana Tank berada.

Di jarak yang tidak terlalu jauh, dia melihat Shadow Beast Soldier setengah terdiri dari beruang hitam dengan uap hitam naik dari tubuh mereka, dan Orc Tinggi ditutupi baju besi dari kepala hingga kaki.

Di jarak yang tidak terlalu jauh, dia melihat Shadow Beast Soldier dan disana ada beruang hitam dengan uap hitam yang naik dari tubuh mereka, dan ada High Orc yang memakai armor hitam.

Di bagian depan, Tank berjalan perlahan dengan tatapan kedepan.

‘Mungkin kita akan mencari target selanjutnya dengan seperti ini’

Tank itu awalnya adalah pemimpin Ice Bear. Ketika masih hidup, dia cukup kuat untuk dengan mudah menerjang Prajurit Bayangan. Bahkan sekarang, sebagai bayangan, tidak banyak prajurit yang bisa mengalahkannya dalam hal kekuatan fisik.

Sayangnya, perbandingan itu tidak menguntungkannya kali ini.

Pertama-tama, para kapten dari kelompok lain, Iron, Igris, dan Tusk memiliki ‘peringkat’ yang berbeda. Meskipun level Tank tinggi, pada akhirnya, dia hanyalah seorang prajurit peringkat elit.

Ngomong-ngomong, Igris dan Iron adalah peringkat ksatria, dan Tusk adalah peringkat elit ketika dibangkitkan tetapi mereka memiliki peringkat yang mirip ksatria.

Karena musuh tampaknya memiliki kecerdasan yang cukup untuk mendeteksi lawan yang lebih lemah, serta untuk mengidentifikasi gerakan para prajurit, target mereka berikutnya harusnya adalah di sini.

‘Mari kita amati sebentar.’

Jinwoo menyembunyikan kehadirannya dengan kemampuan terbaiknya dan, sambil menjaga jarak, dia mengikuti Shadow Beast Soldier. Prajuritnya sendiri bahkan tidak menyadari bahwa ia mengikuti mereka.

Jadi, berapa lama waktu telah berlalu?

Setelah menunggu sebentar, Jinwoo tidak bisa melihat musuh, dan Jinwoo mulai sakit kepala.

‘Apa aku melakukan kesalahan?’

Dia mulai curiga bahwa, daripada musuh yang kuat, tiba-tiba ada konsentrasi besar musuh dari lokasi prajuritnya dimusnahkan – tetapi, kemudian. . . .

Mata Jinwoo menyipit.

‘… Mereka datang’

Musuh juga menyembunyikan kehadiran mereka sampai mereka mendekati para prajurit, Jinwoo terlambat menyadari mereka dari biasanya. Dia menutup matanya dan fokus pada sense.

Kemampuan sensorik yang ditingkatkan secara luar biasa mulai menyapu daerah sekitarnya, sama seperti halnya sebuah radar.

‘Ada empat yang datang, prajuritku dua puluh, dan ada lima Iblis yang bersembunyi di tanah’

Jinwoo membuka matanya. Dia memutuskan untuk menyingkirkan lima iblis yang bersembunyi di bawah tanah lebih dulu, dan kemudian. . . .

‘Stealth’

Shururuk . . . .

Jinwoo menyembunyikan tubuhnya dengan ‘Stealth’ dan mendekati musuh. Segera dengan mata telanjang Jinwoo bisa memastikan keberadaan musuh.

‘Mereka menunggangi kuda?’

Rumble, rumble . . . .

‘Tidak hanya itu, mereka juga dipersenjatai?’

Bukan hanya para pengendara, tetapi bahkan kuda-kuda yang mereka tunggangi pun lapis baja.

Ketika musuh mulai cukup dekat, nama mereka mulai terlihat.

Dia berpikir bahwa makhluk-makhluk ini terlalu berbeda dari iblis biasa yang berjalan di sekitar, apakah mereka iblis rendah atau tinggi, dan sekarang dia bahkan bisa melihat bahwa nama mereka berbeda dari yang lain, juga.

‘Seorang Iblis Bangsawan, dan 3 ksatria iblis’

Namanya benar-benar tertutupi oleh warna hitam. Jinwoo merasakan tekanan yang kuat dari 4 Iblis itu.

‘Sepertinnya mereka yang menyerang Prajurit Bayangan-ku’

Musuh yang kuat dengan aura yang kuat. Jinwoo memutuskan untuk menunggu sebentar sambil mempertahankan mode Stealth-nya.

‘Ayo kita amati apa yang terjadi berikutnya’

Aku ingin melihat kemampuan dan gaya bertarung monster yang baru ini.

Monster yang membunuh para prajuritku.
Aku berharap mereka lebih tangguh.

Jinwoo berhenti pada titik di mana itu tidak akan mengganggu pertempuran antara kelompok Pasukan Bayangan dan Iblis tipe baru itu.

Meraung?

Tank akhirnya menemukan iblis.

Begitu iblis cukup dekat, mereka turun dari kuda.

‘Hah, Jadi kuda itu hanya alat transportasi’

Jinwoo melanjutkan untuk mengamati para Iblis itu.

Prajurut Bayangan yang melihat iblis itu dengan segera mendekati mereka, mereka memulai pertempurannya.

Rooooaaaar!!

Tank bergerak pertama.

Tank memusatkan semua kekuatan di keempat kakinya, dan membuat tubuh terlihat besar di hadapan para musuh.

Jika kau manusia normal, kau akan pingsan hanya karena tekanannya saja. Tetapi empat iblis itu tenang. Mereka tidak bergerak sampai Tank mengayunkan cakarnya yang besar seperti tongkat baseball.

Whooooosh!

Kaki depan Tank membelah udara. Itu adalah serangan lincah yang tidak sesuai dengan tubuh besarnya.

Tetapi . . . .

Iblis bangsawan, yang telah ditargetkan oleh Tank, melompati kaki depan tank dengan gerakannya yang halus.
TN: Beruang punya tangan?? Apa kaki semua?? Bingung w :v

‘…!’

Mata Jinwoo membesar. Pemandangan yang menakjubkan tidak berhenti di situ. Iblis bangsawan berputar di udara dan menyerang dada Tank saat masih di udara.

Kaboom-!!

Serangan keras yang mengandung energi sihir menciptakan lubang seukuran semangka di tubuh Tank.

Jinwoo merasakan ledakan energi dari tubuh kecil itu. Lebih dari itu, ia juga memiliki gerakan sederhana yang indah dan rapi. Jinwoo semakin tertarik.

‘Yeah, ini bukan monster biasa’

Tidak hanya iblis bangsawan tetapi tiga ksatria yang menjaganya juga sangat kuat.

Pertempuran itu tidak seimbang. Pasukan Bayangan bukan lawan yang sulit bagi mereka.

Tidak seperti Iblis tingkat tinggi yang mudah diburu, Iblis bangsawan yang memiliki bentuk seperti manusia ini bisa dengan mudah mengalahkan Pasukan Bayangan.

‘Itulah sebabnya para prajurit tidak dapat mempertahankan kekuatan regeneratif mereka’

Wajah Jinwoo mengeras.

“Roar!!”

“Keuahahk!”

Bahkan sebelum Pasukan Bayangan bisa beregenerasi, mereka ditebas dan ditikam oleh tombak dan pedang.

Jinwoo melihat pertunjukkan yang bagus. Selama mananya masih ada, dia tahu jika Prajurit Bayangan itu abadi. Bahkan jika mananya habis, itu hanya akan kembali sebagai bayangan.

Tapi tetap saja, aku tidak nyaman untuk melihat prajuirtku dipukuli monster. Dimana rasa persaudaraanku?

“Kuwaak !!”

Namun, dia benar-benar tidak merasa senang melihat anak buahnya sendiri dipukuli seperti itu. Apakah ini yang dirasakan seorang kakak lelaki ketika adik lelakinya pulang kerumah tetapi dengan muka lebam?

‘Itu cukup . ‘

Jinwoo tidak tahan lagi dan memanggil kembali Prajurit Bayangannya. Mereka kembali ke bentuk bayangan mereka dan dengan cepat bergerak ke bawah kakinya, dan bergabung kembali dengan bayangannya.

Begitu Prajurit Bayangan menghilang setelah tampaknya gagal menahan serangan, iblis saling memandang dan mengangguk.

Seolah-olah mereka sedang merayakan kemenangan ketiganya.

Tapi kemudian.

Shururuk.

Di tengah-tengah para iblis, Jinwoo melepas ‘Stealth’-nya.

Ahh –

Para Iblis terkejut, tetapi segera menyerang Jinwoo.

Slam!

Kwang!

Jinwoo memukul dua ksatria yang berada di sebelahnya dengan tangan kosong, lalu meraih seorang ksatria yang berlari dan menjatuhkannya ke tanah.

CRACK!

Retakan seperti jaring laba-laba terbentuk di tanah dan sebuah pesan muncul.

[Kamu telah mengalahkan Demon Knight]

[Kamu mendapatkan 3.000 Point Exp]

Pesan yang sama muncul tiga kali.

Dalam sekali serang 3 Iblis sudah dikalahkan kurang dari sedetik.

‘Lagipula, orang-orang ini adalah pengalih perhatian. Musuh sebenarnya adalah pria itu. ‘

Tatapan Jinwoo beralih ke Iblis Bangsawan. Setelah mata mereka saling bertemh, Iblis Bangsawan bergetar dan mengarahkan ujung tombaknya.

‘Aku penasaran apa monster bisa merasa takut atau tidak …’

Tapi sekarang, dia cukup yakin akan hal itu.

Berbeda dari sebelumnya tombak Iblis Bangsawan gemetar tidak seperti ketika berhadapan dengan Prajurit Bayangan. Ya, bisa merasakan kekuatan lawan juga merupakan bagian dari keterampilan seseorang.

‘Tapi aku tidak akan meremehkanmu karena itu.’

Jinwoo berlari maju. Pada saat yang sama, Iblis Bangsawan menusukkan tombaknya ke depan.

Jinwoo menghindari serangan itu dengan memiringkan kepalanya ke samping.

Namun yang mengejutkannya, tombak itu berubah arah beberapa kali dan terus menyerangnya.

Pertama, itu kepalanya, berikutnya adalah lehernya. Dan tepat setelah itu, jantungnya. Seolah-olah ini bukan sesuatu yang dipelajari dalam semalam, gerakan iblis itu halus seperti air yang mengalir.

Namun itu diblokir oleh belati Jinwoo, ‘Baruka Tanto’s’.

Dan ketika serangan terakhir yang ditujukan ke jantung gagal, ‘Baruka Tanto’s’ membelah ujung tombak menjadi dua.

‘…!’

Sang Iblis Bangsawan membeku sejenak ketika dia melihat ujung tombaknya rusak.

Dengan itu, pertarungan berakhir.

‘Yahh, bahkan tiga, atau empat, Hunter A-rank tidak akan bisa menang melawanmu, tapi. . . . ‘

Jinwoo menilai kekuatan iblis bangsawan sangat tinggi. Hanya lawannya saja yang salah.

Jinwoo meraih helm musuh dengan tangan kirinya.

“Keuk!”

Musuh yang terkejut segera menjadi panik. Dia mencoba menarik kepalanya kembali, tetapi dia tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman Jinwoo. Jinwoo berpikir untuk menarik helmnya dan memotong kepalanya, jadi dia memperkuat tangan kirinya.

Seperti yang diharapkan, helm terlepas dengan mudah. Dan, Jinwoo mengangkat tinggi ‘Baruka’s Tanto’.

“Aku menyerah !! Aku akan menyerah !!”

Jinwoo mengerutkan kening dan berhenti bergerak.

“Wanita?”

Wajah yang terungkap di balik helm itu benar-benar milik seorang wanita.

Faktanya, tidak masalah bagi Jinwoo jika iblis itu adalah pria atau wanita. Tapi masalahnya, Iblis itu dengan cepat mengangkat tangannya tinggi-tinggi di udara dan menyatakan niatnya untuk menyerah, membuatnya sadar bahwa ia bisa memulai percakapan dengannya. Dan tepat setelah itu, ‘dia’ bahkan jatuh ke tanah dan melakukan kowtow.
TN: Gerakan meminta ampun di Korea

‘…’

Jinwoo menurunkan belatinya.

“Maaf, aku minta maaf. Kami salah. T-t-tolong lepaskan aku!”

Tidak hanya dia mengubah sikapnya dalam sekejap mata, tetapi dia juga sekarang memohon untuk hidupnya?

Aku tidak siap dengan perubahan yang terjadi terlalu cepat ini.

“Hah …?”

Dengan ekspresi tak percaya terukir di wajahnya, Jinwoo menatap punggung mungil ‘monster’ yang masih bersujud di depan kakinya.


Memang benar ada monster yang memiliki kecerdasan, fakta tentang itu tidaklah aneh.

Tapi dia benar-benar aneh.

‘…’

Jinwoo merenungkan apa yang harus dia katakan di sini untuk sementara waktu, dan akhirnya, dia membuka mulutnya dengan beberapa kesulitan.

“Kau menyerang prajuritku dan kau ingin aku melepaskanmu ….?”

“K-kami telah melakukan kesalahan besar.”

Iblis Bangsawan itu menekan dahinya ke tanah dan melanjutkan.

“Namun, karena klan kita ditugaskan untuk melindungi tempat ini, kita tidak bisa begitu saja membiarkan beberapa bajingan … Heok! Maksudku, kita tidak bisa membiarkan makhluk asing mana pun pergi memburu iblis seenaknya. Saya akan berterima kasih selamanya jika Anda memaafkan kami. “

Baiklah.

Dari sudut pandang Iblis, masuk akal bagi mereka untuk menganggap semua ini agak tidak adil. Lagipula, dialah yang baru saja menerobos ke sini tanpa pemberitahuan dan memburu iblis secara sepihak, kan?

Jadi Jin-woo mengubah pertanyaannya.

“Apakah kau baik-baik saja memohon untuk hidupmu dari seseorang yang membunuh prajuritmu sendiri?”

“Peran utama para ksatria adalah untuk melindungi tuan mereka. Selama aku aman, mereka harusnya senang dengan hasilnya.”

Jinwoo menggaruk pelipisnya sebentar. Dia bahkan lebih terdiam sekarang.

‘Aku tidak tahu apakah dia berkulit tebal, atau terlalu percaya diri. ‘

Iblis Bangsawan sedikit mengangkat kepalanya dan mencoba membaca reaksi Jinwoo.

‘Heok !!’

Iblis itu merasa bahwa segala sesuatunya akan menjadi semakin buruk. Dia bersujud lebih keras dari sebelumnya dan berbicara dengan suara mendesak.

“Jika kau mengampuni hidupku, aku akan memberikan apapun yang kau mau”

Jinwoo meletakkan tangannya di pinggangnya.

Iblis Bangsawan adalah monster yang kuat, tetapi ketika sudah terpojok, membunuh mereka akan lebih mudah dapripadan neminum sup dingin untuk Jinwoo.

‘Jadi, apa yang harus aku lakukan dengan ini?’

Jinwoo bimbang.

Itu tidak ada hubungannya dengan membiarkannya pergi atau tidak, dia hanya mencoba memikirkan sesuatu yang lebih berharga daripada poin Exp dan item jarahan yang bisa dia dapatkan setelah membunuhnya.

‘Ah.’

Hanya ada satu item yang aku butuhkan.

“Aku ingin Izin Masuk”

“Maaf?”

Swish.

Iblis Bangsawan mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan ekspresi terkejut. Wajahnya benar-benar seperti wajah manusia namun dia memiliki taring runcing ketika dia membuka mulutnya.

Jinwoo bertanya tanpa peduli.

“Bisakah kau memberikannya padaku?”

“…”

Ketika tatapannya bertemu dengan Jinwoo, kulitnya semakin pucat dan dia meletakkan dahinya kembali ke tanah.

‘Yahh . Aku seharusnya tahu bahwa monster tidak mengetahui barang apa itu. ‘

Negosiasi berakhir.

Jinwoo memanggil kembali ‘Baruka’s Tanto’ dari penyimpanan-nya.

Dia tidak tahu mengapa monster memiliki kecerdasan, dan dapat menggunakan kecerdasan itu untuk memohon nyawanya seperti ini, tetapi dia tidak pernah berpikir untuk melepaskan poin Expnya.

‘Satu Demon Knight memberi tiga ribu poin, jadi berapa banyak yang akan dia berikan padaku?’

Siapa tahu, Izin Masuk mungkin muncul setelah aku membunuhnya.

Namun . . .

“A, aku akan memberikannya padamu.”

“Apa?”

“I … Izin Masuk.”

‘Monster’ itu mengangkat kepalanya dan segera mulai meneteskan keringat dingin setelah melihat belati mematikan di tangan Jinwoo.

“Kau bisa memberiku Izin Masuk? Benarkah?”

Sang Iblis Bangsawan buru-buru mengangguk.

“Itu disembunyikan oleh klan kami. Jika kamu mengizinkan aku kembali dengan aman, aku akan menyerahkan izin itu.”

Iblis menjaga Izin Masuk?

Jin-Woo perlahan menggaruk dagunya.

Yang pasti, sudah lama sejak dia tiba di lantai 80. Dan tidak lupa, banyak iblis diburu sampai saat ini. Namun, belum pernah ada yang membertiahu soal Izin Masuk.

‘Pada awalnya, kupikir drop rate akan turun atau bos menengah akan muncul karena level lantainya semakin tinggi …’

Jika dia mengatakan yang sebenarnya tentang monster yang menyembunyikan izin, maka, yah, situasi saat ini sedikit lebih masuk akal.

Melihat bahwa Jinwoo diam-diam merenungkan pilihannya, Iblis Bangsawan merasa lebih putus asa daripada sebelumnya dan dengan cepat menambahkan beberapa ‘dorongan’.

“Aku juga tahu di mana surat izin ke tingkat atas. Jika kau dapat menjamin keselamatanku dan klanku, maka aku akan dengan aman mengantarmu ke tempat mereka”

Mata Jinwoo menyipit dengan sedikit berbeda. Sekarang tawaran itu sedikit lebih menarik.

Bagi Jinwoo, yang ingin sampai ke lantai atas sesegera mungkin, sarannya untuk membimbingnya ke tempat Izin Masuk setiap lantai terdengar agak menarik.

‘Pertanyaannya adalah, bisakah aku benar-benar mempercayai dia?’

Jinwoo mengulurkan tangannya dan mengangkat dagu Iblis Bangsawan itu. Dia jelas panik, tetapi dia tidak mengurangi kekuatannya. Jinwoo kemudian menatap luris kematanya.

‘Intimidation’

[Kamu mengaktifkan ‘Skill: Intimidation’.]

Swwwoooosh . . .

Aura mengerikan terpancar dark mata Jinwoo. Sang Iblis Bangsawan sangat ketakutan sehingga bibirnya gemetaran tanpa sadar.

“Apakah aku bisa mempercayaimu?”

“A, a, aku tidak b-b-bohong”

Aku sudah berkomitmen saat pertama kali mendapatkan kekuatan Sistem.

‘Memberi dan menerima.’

Bahkan jika lawannya adalah monster, prinsipnya tidak akan berubah. Jika monster itu menepati janjinya, dia juga akan menepati janjinya.

“Bagus”

Jinwoo melepas Skill ‘Intimidation’.

“Jika kau memberiku izinnya, aku akan pergi dengan cepat”

“Benarkah?”

Jinwoo mengangguk.

Termasuk makhluk ini, poin Exp dari iblis di lantai ini sangatlah bagus, tapi aku tidak punya waktu untuk disia-siakan.

Jinwoo sudah menunda lebih dari yang diharapkan di lantai 80.

Dan jika orang ini melakukan kebohongan, itulah yang dia inginkan. Aku bisa membunuh semua orang disini.

“Terima kasih banyak!”

Wajah Iblis Bangsawan terlihat cerah untuk sekilas.

Entah itu perasaan jujur atau dia memang bodoh?.

Dalam hati Jinwoo mendecakkan lidahnya, tapi tetap saja, dia tidak lupa menanyakan sesuatu yang dia ingin tahu untuk waktu lama.

“Sebelum itu … Siapa sebenarnya kau ini?“

tags: baca novel Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia, web novel Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia, light novel Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia, novel Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia, baca Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia , Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia manga, Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia online, Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia bab, Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia chapter, Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia high quality, Solo Leveling Chapter 101 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded