The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia

Dibaca 255 orang
Font Size :
Table of Content

Chapter 58 – Pedang Phoenix Ethereal

Snow Bear Translation

Sejak hari pertama dia mulai berlatih dan mengulangi tebasan pedang terus menerus, sudah hampir seminggu dan Jian Shen akhirnya menyadari efeknya pada dirinya.

Karena sekarang, setelah sekian lama ia akhirnya mendapatkan kembali sensasi sebelumnya yang membuatnya merasa seperti pedangnya memiliki jangkauan yang tak terbatas.

Tapi tetap saja, meskipun Jian Shen sekarang merasa sudah paling dekat dengan apa yang pernah dia lakukan untuk memahami perasaan misterius ini, masih ada dinding tak terlihat yang menghalanginya.

Karena itu dia tidak bisa menahan rasa frustrasi, dan mencoba mengayunkan pedangnya dengan lebih banyak kekuatan dan kecepatan.

Sayangnya, semua ini malah menguras tubuh Jian Shen bahkan lebih cepat dari biasanya.

Namun, Qingyu sangat menyukai ini. Karena setelah Jian Shen meningkatkan intensitas latihannya, ia melepaskan jubah di bagian atas dan mengungkapkan otot-ototnya yang kencang sempurna karena latihan fisiknya yang murni.

Menjilati bibirnya dari bagaimana pemuda laki-laki di depannya terlihat lebih dan lebih seperti Jian Shen yang dia kenal, Qingyu yang pasrah sekarat mulai ingin hidup dan menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya.

Tetapi apa gunanya menginginkan sesuatu, yang tidak mungkin dicapai? Racun itu sudah menyebar terlalu jauh di dalam tubuhnya. Dan yang membuatnya lebih buruk, adalah kenyataan bahwa racun ini tidak ada obatnya sama sekali.

Menghela nafas mengapa nasib begitu kejam membuat Jian Shen terlahir kembali setelah sekian lama, dan membiarkannya bertemu dengannya ketika dia berada di akhir masa hidupnya, Qingyu menahan air mata yang terlihat akan bocor keluar dari matanya.

Menggosok matanya agar kering, Qingyu menggelengkan kepalanya dan mendapatkan kembali ketenangannya.

Berjalan mendekati Jian Shen, yang bagian atasnya terlihat sangat seksi karena keringat yang berkilau menempel di sana, Qingyu menelan ludah dan tanpa sadar meletakkan tangannya di perutnya.

“Hmmm?”

Berhenti tiba-tiba, Jian Shen yang sedang dalam pelatihan berbalik dan menatap Qingyu yang memiliki ekspresi malu di wajahnya.

“Maafkan aku! Aku tidak bermaksud mengganggu latihanmu! Aku…. aku akan pergi!”

Tersenyum melihat bagaimana dia terbiasa dengan Qingyu berperilaku seperti ini dari waktu ke waktu, Jian Shen memegang tangannya dan menghentikannya.

“Jika kau luang sekarang, bagaimana kalau membantuku melatih kekuatanku?”

“Benarkah?”

Bertanya dengan senyum cerah yang besar, Qingyu berulang kali menganggukkan kepalanya seolah takut dia akan berubah pikiran.

Karena Jian Shen membutuhkan sejumlah besar kekuatan dan stamina untuk mengayunkan pedangnya terus menerus sepanjang hari, selain makan makanan dalam porsi yang lebih besar, ia bahkan mulai melatih otot-ototnya.

Karena itu selain mengayunkan pedangnya, Jian Shen ternyata melakukan push-up sebanyak mungkin sebelum tidur untuk membiarkan otot-ototnya tumbuh lebih kuat.

Sayangnya, sementara ini memang menunjukkan banyak efek dalam beberapa hari pertama, setelah beberapa saat Jian Shen bisa merasakan bahwa push-up yang normal tidak lagi berpengaruh padanya.

Karena itu, ia mulai memberikan beban padanya untuk meningkatkan tekanan pada otot-ototnya dan membantu mereka tumbuh.

Tapi, setiap kali dia meletakkan beban di punggungnya, itu akan jatuh ke bawah berkali-kali dan memaksanya untuk berhenti dan mengganti bebannya berkali-kali.

Melihat Qingyu ini yang sedang mencari kesempatan untuk lebih dekat dengan Jian Shen, menyarankan agar dia bisa menggunakan tubuhnya sebagai beban.

Dan sejak hari itu, setiap malam ketika Jian Shen mulai melakukan push-up, Qingyu dengan senang hati akan duduk di punggung bawahnya dengan ekspresi menerawang di wajahnya.

Seperti setiap hari, Jian Shen melakukan sekitar 400 push-up dengan Qingyu di punggungnya, dan makan enak, yang sudah biasa ia lakukan sekarang.

“Jain Shen, bisakah kau menunggu sebentar? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Menganggukkan kepalanya, Jian Shen membantu Qingyu membersihkan meja setelahnya.

Setelah selesai, mereka berdua duduk berhadapan di atas meja.

“Aku memperhatikan bahwa penampilanmu ketika mengayunkan pedang telah jauh lebih baik daripada hari pertama. Tapi, kau telah mencapai batasmu, kan?”

《BACA, KOMENT, KL1K 1KL4N DI SBT》

Meskipun tidak mau mengakui, Jian Shen menganggukkan kepalanya, “Ya. Tidak peduli seberapa banyak aku berusaha untuk tidak memikirkannya, aku dapat merasa bahwa melakukan hal yang sama tidak akan membantuku melampaui batasku.”

Sambil tersenyum cerah Qingyu berkata, “Mengakui itu adalah langkah pertama. Aku takut kau terlalu keras kepala atau sombong untuk mengakuinya.”

“Hah?”

“Jangan pedulikan itu, dan dengarkan apa yang aku katakan. Alasan kenapa kau merasa seperti itu, adalah karena kau tidak berlatih dengan pedang sungguhan.”

“Tentu, begitu kau sudah menguasai Jalur Pedang, bahkan sebilah rumput dapat digunakan untuk membelah gunung. Namun, untuk orang sepertimu yang sedang berlatih, pedang kayu hanya bisa membuatmu sejauh ini, sebelum kau membutuhkan untuk beralih ke pedang sungguhan. “

Saat Qingyu terus menjelaskan, mata Jian Shen berubah lebih lebar sampai mereka tidak bisa mengembang lagi, dan matanya terlihat sangat cerah seolah-olah dia baru saja memperoleh pencerahan.

“Jadi, mulai besok dan seterusnya, jangan gunakan pedang kayu itu untuk berlatih. Gunakan yang ini.”

Mengatakan begitu Qingyu menempatkan pedang hitam dengan pola phoenix putih di atas meja.

“Sementara kau bisa menggunakan Pedang Naga Langit juga, pedang itu lebih fokus pada kekuatan. Sementara ini lebih lincah dan anggun. Persis seperti yang kau butuhkan saat ini.”

Mengambil Pedang Ethereal Pheonix dengan tangannya, Jian Shen merasakan jiwa yang sama dinginnya menyebar dari seluruh tubuhnya.

Faktanya, hawa dingin bahkan lebih besar dari sebelumnya, karena dia adalah makhluk murni tanpa kultivasi apapun.

Tapi tetap saja, Jian Shen tidak menjatuhkan pedang dan memegangnya dengan tekad karena itu akan memalukan bagi pedang yang akan dijatuhkan.

-Apachentil

Snow Bear Translation

tags: baca novel The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia, web novel The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia, light novel The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia, novel The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia, baca The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia , The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia manga, The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia online, The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia bab, The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia chapter, The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia high quality, The Hedonist Sword God Chapter 58 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded