The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia

Dibaca 308 orang
Font Size :
Table of Content

Chapter 9 – Mencicipi Ratu Pertama

Snow Bear Translation

Jian Shen masih terpana oleh Fang Rong yang memasuki ruangan. Jadi ketika dia melepas selembar kain terakhir di tubuhnya dan berjalan ke arahnya, otaknya benar-benar mati.

Melihat Jian Shen yang menatapnya dengan mata lebar dan mulut ternganga, Fang Rong merasa sedikit bangga tentang dirinya sendiri sehingga dadanya naik lebih tinggi.

Mendekati bocah telanjang itu, Fang Rong berlutut.

Mengambil wajah Jian Shen di antara tangannya, dia tidak ragu sedikit pun ketika mengambil bibirnya dengan miliknya.

Mengisap lembut bibir Jian Shen, Fang Rong menunggu lama tapi masih tidak menemukan balasan darinya menyebabkan dia berhenti menciumnya.

Memiringkan kepalanya ke belakang agar dia bisa melihat wajahnya, Fang Rong menghela nafas dan berkata, “Kau tidak di bawah pengaruh afrodisiak.”

Fang Rong mengetahui hal ini karena jika Jian Shen dipengaruhi oleh afrodisiak, dia tidak akan tidur seperti dia sampai sekarang. Sebaliknya, ketika dia menciumnya, dia akan menciumnya kembali dan akan langsung meraba tubuhnya tidak lama kemudian.

Tetapi ketika dia melihat bahwa wajahnya masih merah, dan terpana, dia tahu bahwa memerah itu dari melihat seorang wanita telanjang untuk pertama kalinya, dan bukan afrodisiak.

Menggelengkan kepalanya dengan linglung karena dia masih belum pulih dari ciuman pertamanya, Jian Shen berbicara dengan gugup.

“Aku… aku bisa menjelaskan!”

“Kau tidak perlu. Karena begitu kita selesai, tidak ada yang bisa menghalangi kita.”

Mengatakan begitu Fang Rong kembali mencium Jian Shen, karena menurut pikirannya, begitu Jian Shen merasakan seperti apa rasanya seks, tidak akan ada lagi yang perlu untuk dijelaskan.

Dan sebagai gantinya, dia bisa menghabiskan sepanjang hari berguling di tempat tidur bersamanya.

Kali ini Fang Rong tidak berhenti mencium sama sekali, dan menunggu sampai Jian Shen akhirnya siap menciumnya kembali. Yang dia lakukan setelah satu menit.

Pertama, dia perlahan mengisap bibir Fang Rong, setelah itu lidahnya perlahan menjilat bibirnya dan mencoba masuk kembali ke dalam mulutnya.

Tetapi sebelum lidahnya bisa lepas, Fang Rong menggunakan bibirnya untuk menahan lidahnya saat lidahnya mulai menyentuhnya.

“Mmmm…”

Menikmati ciuman sepenuhnya, Fang Rong mengambil tangan Jian Shen dan meletakkannya di dadanya.

Sekali lagi terpana karena merasakan hal yang paling lembut sepanjang hidupnya, Jian Shen tanpa sadar meremas kedua tangannya menyebabkan jari-jarinya menggali jauh di dalam dadanya.

Melihat tangannya ditelan oleh dada berlimpah Fang Rong, Jian Shen malah kecanduan. Melonggarkan cengkeramannya, dia berulang kali meremas dadanya sampai dia benar-benar asyik melakukannya.

“Ahhhh… Jangan hanya meremasnya, bermain dengan pu*ingku juga.”

Menerima saran dari wanita cantik berambut hitam itu, Jian Shen mulai menggunakan jari-jarinya untuk menjepit kedua pu*ingnya yang keras dan menariknya dengan seluruh kekuatannya.

“Mmmm… Jangan terlalu kasar Jian Shen… Bersikaplah lembut…”

Mendengarkan suara lembut yang berbisik di telinganya, dan menatap mata cokelatnya, Jian Shen melakukan apa yang dikatakannya dan tidak menarik pu*ingnya terlalu keras.

“Itu saja… Ingatlah untuk selalu bersikap lembut dengan seorang wanita.”

Sambil mengatakan itu, Fang Rong berpikir, ‘Lagipula aku tidak akan membiarkanmu menyentuh wanita lain’.

Mengangguk kepalanya, Jian Shen dengan berani maju ke depan untuk melakukan ciuman lain, yang mana Fang Rong memintanya dan menciumnya kembali.

“Ikutlah bersamaku…”

Tidak dapat melanjutkan dengan pemanasan lagi, karena adik perempuannya sudah basah kuyup dan tidak bisa menunggu lagi.

Fang Rong membimbing Jian Shen ke tempat tidur dan membuatnya duduk di atasnya, saat dia berlutut di depannya.

Menggunakan jari-jarinya untuk menggerakkan helai rambut yang mengganggu pandangannya, Fang Rong mengedipkan mata pada Jian Shen dan tanpa peringatan mengambil kepala tongkatnya di dalam mulutnya.

Merasa senang bahwa tongkatnya lebih besar dari yang dia harapkan, Fang Rong melonggarkan tenggorokannya dan menggerakkan kepalanya ke depan mengambil semua tongkatnya di dalam dirinya.

《BACA, KOMENT, KL1K 1KL4N DI SBT》

Tetap di posisi yang sama dengan mulutnya melilit akar tongkatnya, Fang Rong memijat bola-bola Jian Shen sementara lidahnya mati-matian bergerak untuk mengunci bagian bawah tongkatnya.

Kemudian, Fang Rong menggerakkan kepalanya terus-menerus saat dia memberi Jian Shen blow job.

Menatap Ratu Pertama Kerajaan Deng menggunakan mulutnya untuk melayaninya sambil terlihat sangat seksi, Jian Shen tidak dapat menyangkal bahwa dia tidak pernah berfantasi tentang situasi ini.

Jadi ketika fantasi itu menjadi nyata, dia tidak bisa menahan diri dan menggunakan tangannya untuk memegang bagian belakang kepalanya ketika dia mendorong pinggangnya ke depan dan menyemprotkan cairan di dalam dirinya.

“Mmmmnnnnnn…!”

Tidak mengharapkan Jian Shen begitu tiba-tiba tanpa memperingatkannya, Fang Rong hanya bisa diam sementara semua cairan langsung turun dan masuk ke perutnya.

Menggerakkan kepalanya menjauh setelah Jian Shen selesai keluar Fang Rong memelototi bocah itu yang menyebabkan dia dengan canggung memalingkan muka.

“Maafkan aku… aku tidak bisa mengendalikan diri.”

Sambil menggelengkan kepalanya, Fang Rong membersihkan bekas muncratan pada tongkat Jian Shen sambil dia berkata, “Lain kali katakan padaku sebelum kau keluar. Akan sangat sia-sia untuk menelannya tanpa mencicipinya.”

Memang alasan Fang Rong memelototi Jian Shen adalah karena dia tidak bisa mencicipi cairan-nya, dan malah dipaksa untuk langsung menelannya. Dan penyesalan semakin meningkat setelah dia mencicipi cairan yang menempel di tongkatnya.

Dia berbeda dengan wanita lain, Fang Rong selalu suka mencicipi cairan laki-laki. Dan cairan Jian Shen sangat membuat kecanduan lidahnya.

Karena dia sudah memberi Jian Shen blowjob, dan dia suda muncrat juga, Fang Rong memperkirakan bahwa akan butuh beberapa menit untuk tongkatnya menjadi keras lagi.

Karena itu dia tidur di tempat tidur dan merentangkan kakinya, “Aku sudah merasakan tongkatmu, jadi bukankah sudah waktunya bagimu untuk mencicipi adik perempuanku?”

Tidak menolaknya, Jian Shen mendekati adik perempuannya dan melihatnya dari dekat.

Melihat dua bibir merah muda yang bergetar sangat ringan dan mengungkapkan dinding berair tersembunyi di baliknya sesekali, napas Jian Shen berubah menjadi kasar.

Tidak tahu bahwa tongkat Jian Shen tidak pernah lemas sama sekali, Fang Rong gemetar karena merasakan napas panasnya menyentuh adik perempuannya.

Meregangkan lidahnya, Jian Shen pertama-tama dengan ringan menjilat bagian luar, setelah itu lidahnya perlahan-lahan masuk ke dalam adik perempuan Fang Rong.

Mencicipi adik perempuannya yang terasa manis dan asam karena tertutupi jus basahnya, Jian Shen mulai dengan rakus menggerogoti bagian dalamnya ketika giginya menyentuh tombol kecil tanpa sengaja sesekali.

-Apachentil

Snow Bear Translation

tags: baca novel The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia, web novel The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia, light novel The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia, novel The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia, baca The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia , The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia manga, The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia online, The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia bab, The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia chapter, The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia high quality, The Hedonist Sword God Chapter 9 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded